Kediri, 2 Oktober 2025 — Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Kediri menunjukkan rasa solidaritas dan duka mendalam atas musibah ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Tragedi yang menelan korban jiwa dan luka-luka pada Senin (29/9/2025) lalu, mendorong MTsN 6 Kediri untuk menggelar serangkaian kegiatan keagamaan dan kemanusiaan pada hari ini, Kamis (2/10/2025).
Acara yang dipusatkan di lingkungan madrasah ini meliputi Salat Ghoib, Doa Bersama, dan Penggalangan Bantuan Kemanusiaan.
Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, S.Ag., M.Fil.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud keprihatinan dan rasa ukhuwah Islamiyah terhadap para korban, baik yang meninggal dunia, terluka, maupun seluruh santri dan pengurus Ponpes Al Khoziny.
Salat Duha sebagai ibadah sunah rutin, mengawali kegiatan Salat Ghoib dilaksanakan berjamaah oleh seluruh siswa, guru, dan karyawan. Sholat ini ditujukan untuk para santri yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan, yang saat kejadian sedang melaksanakan salat Asar berjamaah.
“Kami berduka atas musibah ini. Salat Ghoib ini adalah ikhtiar kami untuk mendoakan saudara-saudara kami di Sidoarjo yang telah berpulang, semoga husnul khotimah dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT,” ujar beliau.
Setelah Salat Ghoib, dilanjutkan dengan Doa Bersama dan istighotsah. Dalam suasana khidmat, mereka memanjatkan doa agar korban yang terluka segera pulih, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan proses evakuasi serta pemulihan di lokasi musibah berjalan lancar.
Selain dimensi spiritual, MTsN 6 Kediri juga menggerakkan aksi nyata melalui Penggalangan Bantuan Kemanusiaan. Seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, didorong untuk menyumbangkan sebagian rezeki mereka.
Selain dimensi spiritual, MTsN 6 Kediri juga menggerakkan aksi nyata melalui Penggalangan Bantuan Kemanusiaan. Seluruh elemen madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, didorong untuk menyumbangkan sebagian rezeki mereka.
“Ini adalah panggilan kemanusiaan. Kami berharap bantuan sekecil apa pun dari keluarga besar MTsN 6 Kediri dapat memberikan manfaat yang besar bagi korban musibah di Ponpes Al Khoziny,” tambah Wakil Kepala Kesiswaan, Moh. Wildan Bari’,S.Pd., M.Pd.I. yang turut mengoordinasikan kegiatan tersebut.
Rencananya, bantuan tersebut dikumpulkan ke UPZIS Kemenag Kab. Kediri.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MTsN 6 Kediri untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan solidaritas kepada seluruh peserta didiknya di tengah duka yang melanda komunitas pesantren.
MTSN 6 Kediri MTSN6 Kediri

