Kediri – MTsN 6 Kediri menjadi pusat pelaksanaan tiga agenda strategis secara bersamaan pada Kamis (6/8/2026). Ketiga kegiatan tersebut meliputi Bimbingan Teknis Pengelolaan MADAKARU (Manajemen Digital Perangkat Pembelajaran Guru) dan Digitalisasi Penulisan Buku Induk Murid bagi Madrasah Tsanawiyah se-Kabupaten Kediri, Zoom Meeting Seminar Parenting Pendidikan Inklusif bertema “Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Inklusi”, serta Pembinaan Pendamping Satuan Pendidikan dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kediri kepada seluruh ASN dan Non ASN MTsN 6 Kediri. Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam memperkuat transformasi digital, pendidikan yang inklusif, dan peningkatan budaya kerja aparatur.

Kegiatan pertama berupa Bimbingan Teknis Pengelolaan MADAKARU dan Digitalisasi Penulisan Buku Induk Murid diikuti oleh 112 Madrasah Tsanawiyah negeri dan swasta se-Kabupaten Kediri. Masing-masing lembaga mengirimkan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dan satu operator sebagai peserta. Materi pembuka disampaikan oleh Pendamping Satuan Pendidikan, Mch. Bahrudin, S.Pd., M.Pd., mengenai aplikasi Madrasah Digital Supervision (MAGIS) sebagai sistem supervisi akademik berbasis digital. Selanjutnya, Nur Hidayatul Fadhilah, S.Pd., bersama Dedy Setyawan, S.Kom., memaparkan pengelolaan MADAKARU sebagai sistem digital yang memudahkan guru dalam mengelola perangkat pembelajaran secara efektif, efisien, dan terintegrasi. Materi ditutup oleh Ahmad Karim Almaududi, S.Pd.I., bersama M. Salim Murtadho, S.Ak., yang menjelaskan digitalisasi penulisan Buku Induk Murid guna mendukung administrasi madrasah yang lebih akurat, cepat, dan terdokumentasi dengan baik.
Di waktu yang sama, perwakilan Dharma Wanita Persatuan Satker MTsN 6 Kediri mengikuti Zoom Meeting Seminar Parenting Pendidikan Inklusif bertema “Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak Inklusi”. Dalam seminar tersebut disampaikan bahwa keluarga merupakan faktor utama dalam membangun kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus. Sekolah berperan sebagai fasilitator dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif, namun keluarga menjadi lingkungan yang paling banyak berinteraksi dengan anak. Oleh karena itu, dukungan, penerimaan, kasih sayang, dan pendampingan orang tua menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya rasa percaya diri anak inklusi.
Sementara itu, seluruh ASN dan Non ASN MTsN 6 Kediri juga mengikuti pembinaan yang disampaikan oleh Pendamping Satuan Pendidikan dan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kediri. Dalam pembinaannya, Pendamping Satuan Pendidikan menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan transformasi pendidikan sejati yang dimulai dari perubahan cara pandang terhadap murid. Murid adalah pribadi yang sedang bertumbuh, bukan sekadar angka capaian akademik. Guru diharapkan menghadirkan energi positif, empati, kesabaran, dan komitmen dalam setiap proses pembelajaran. Nilai tersebut diperkuat dengan landasan QS. Ali ‘Imran ayat 159 yang mengajarkan pentingnya kelembutan dalam mendidik sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw.
Pembinaan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Kediri, H. Sahrul Munir, M.A., yang mengingatkan bahwa mengajar merupakan panggilan jiwa, sedangkan mendidik adalah investasi akhirat. Beliau mengajak seluruh ASN dan Non ASN madrasah untuk menjadikan madrasah sebagai tempat mencetak generasi yang cerdas, unggul, dan berakhlakul karimah melalui keteladanan nyata. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya disiplin kinerja, kepatuhan terhadap aturan sebagai ASN, serta penguatan budaya kerja yang berintegritas, profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, S.Ag., M.Fil.I., menyampaikan bahwa penyelenggaraan tiga kegiatan dalam satu hari merupakan bentuk komitmen madrasah untuk terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan madrasah. Menurutnya, transformasi digital, penguatan pendidikan inklusif, dan pembinaan karakter pendidik harus berjalan beriringan agar mampu menghasilkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.
“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di satuan kerja masing-masing. Pengelolaan administrasi berbasis digital harus benar-benar diterapkan agar pelayanan semakin efektif dan efisien. Di sisi lain, semangat Kurikulum Berbasis Cinta perlu diwujudkan dalam setiap proses pembelajaran, sehingga setiap murid merasa dihargai, didampingi, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai potensinya. Kami juga berharap semakin terjalin sinergi antara madrasah, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan madrasah yang maju, adaptif, profesional, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah,” ungkapnya.
Melalui tiga kegiatan yang berlangsung secara bersamaan ini, MTsN 6 Kediri menunjukkan kesiapannya dalam menjawab tantangan dunia pendidikan masa kini. Transformasi digital, penguatan pendidikan inklusif, serta pembinaan karakter dan budaya kerja menjadi satu kesatuan langkah untuk mewujudkan madrasah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, unggul dalam pelayanan, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman. Semangat kolaborasi seluruh warga madrasah diharapkan mampu mengantarkan MTsN 6 Kediri menjadi madrasah yang semakin maju, profesional, dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan masyarakat.
MTSN 6 Kediri MTSN6 Kediri



