Tausiyah Maulid Nabi, MTsN 6 Kediri Tanamkan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Kediri — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MTsN 6 Kediri berlangsung khidmat dan meriah pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan kali ini juga dimeriahkan dengan bazar dadakan yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 6 Kediri. Bazar tersebut turut menambah semarak suasana dan menjadi sarana mempererat kebersamaan warga madrasah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan murid dan grup hadroh MTsN 6 Kediri yang membawakan lantunan sholawat. Suasana semakin meriah ketika para murid mengikuti lantunan sholawat dengan penuh antusias. Pada pra-acara, juga disampaikan apresiasi kepada murid-murid MTsN 6 Kediri yang berhasil meraih prestasi dalam lomba baris-berbaris tingkat Desa Sidomulyo.

Setelah pra-acara, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, kemudian pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia, Drs. Imam Mustofa,M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan tersebut, Imam Mustofa juga menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh keluarga besar MTsN 6 Kediri karena pada September 2026 dirinya akan memasuki masa purna tugas. Momen tersebut berlangsung penuh haru, terlebih selama ini beliau telah menjadi bagian dari perjalanan dan kebersamaan keluarga besar MTsN 6 Kediri.

Selanjutnya, Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, S.Ag., M.Fil.I., menyampaikan sambutan sekaligus pesan kepada seluruh murid. Beliau mengajak murid menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala madrasah juga mengingatkan seluruh murid agar menjaga kondusivitas selama mengikuti tausiyah. Murid diharapkan dapat mendengarkan dengan baik setiap pesan yang disampaikan oleh penceramah sehingga ilmu dan nasihat yang diperoleh dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan.

Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh Muhammad Latif Qohari, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan tentang sifat dan akhlak Nabi Muhammad SAW yang patut menjadi teladan bagi seluruh umat, khususnya generasi muda.

Dengan gaya penyampaian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Muhammad Latif Qohari merangkum pesan-pesan keteladanan tersebut melalui konsep “Dina-Dina”. Pesan tersebut menjadi cara sederhana agar para murid mudah mengingat dan menerapkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan.

SENENSing Seneng Unen-Unen, mengajarkan agar senang berkata-kata yang baik dan senantiasa menjaga ucapan.

SELASASing Loman Marang Sapa-Sapa, mengajak untuk menjadi pribadi yang dermawan dan ringan tangan kepada siapa saja.

REBOKarep Sinau Ben Ora Dadi Wong Bodho, mengingatkan pentingnya memiliki kemauan untuk terus belajar agar menjadi pribadi yang berilmu.

KEMISLuwih Becik Mingkem Tinimbang Lamis, mengajarkan bahwa lebih baik diam daripada berbicara yang tidak baik atau tidak bermanfaat.

JUM’AT — Jumbuhna, yaitu menyelaraskan amal dengan niat. Setiap perbuatan baik hendaknya dilakukan dengan niat yang baik dan benar.

SABTU — Insaf, Taubat Marang Dusa Kang Wis Metu, mengajak untuk segera menyadari kesalahan dan bertaubat atas dosa atau kesalahan yang telah dilakukan.

MINGGU — Minggirne Sing Ala, Ben Dadi Rahayu, mengajarkan untuk menjauhkan diri dari keburukan agar kehidupan menjadi lebih baik, selamat, dan penuh keberkahan.

Pesan “Dina-Dina” tersebut menjadi pengingat bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan memperingati kelahiran beliau, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW.

Sementara itu, bazar dadakan yang diprakarsai DWP MTsN 6 Kediri turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan Maulid Nabi. Kehadiran bazar menjadi ruang kebersamaan dan interaksi bagi keluarga besar madrasah, sehingga suasana peringatan Maulid semakin hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, keluarga besar MTsN 6 Kediri berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus tertanam dalam diri seluruh murid. Tidak hanya menjadi pribadi yang berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, karakter yang kuat, dan mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Maulid Nabi menjadi momentum untuk mengenang Rasulullah, mencintainya, dan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan.

About Admin