MTsN 6 Kediri Gelar Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an Metode Yanbu’a bagi Guru Tim PAI

 

Kediri — MTsN 6 Kediri menyelenggarakan Pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Metode Yanbu’a bagi guru Tim Pendidikan Agama Islam (PAI) pada 12–14 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperkuat budaya Qur’ani di lingkungan madrasah.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, S.Ag., M.Fil.I. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pendidikan di madrasah.

“Mari kita bersama-sama membumikan Al-Qur’an. Tugas mengajar dan mendidik generasi yang dekat dengan Al-Qur’an bukan hanya menjadi tanggung jawab guru PAI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah,” tutur Saiful Ali.

Beliau menegaskan bahwa setiap guru memiliki peran penting dalam memberikan keteladanan kepada murid, terutama dalam membiasakan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

Kegiatan pelatihan menghadirkan Kyai DR. Ahmad Fauzan Pujianto, M.Ag., Al-Hafidz, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri. Beliau dikenal sebagai akademisi yang memiliki keahlian di bidang Ilmu Al-Qur’an, Tafsir, Ulumul Qur’an, serta Ilmu Qira’at. Selain menjadi dosen, beliau juga dipercaya sebagai Pembina Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri.

Kyai Ahmad Fauzan Pujianto menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) di STAIN Kediri pada tahun 2013 dan melanjutkan studi Magister hingga memperoleh gelar M.Ag. Di luar aktivitas akademiknya, beliau merupakan pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Tahfidhil Qur’an (PPTQ) Al-Ma’ruf di Dusun Juranguluh, Desa Kedawung, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Beliau juga menjabat sebagai pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Fakhrurrozi Kediri.

Selama pelatihan, para guru Tim PAI memperoleh berbagai materi yang menekankan ketepatan bacaan sekaligus adab dalam mempelajari Al-Qur’an. Materi dimulai dari pengucapan salam yang benar sesuai makhraj, tawasul sebelum belajar agar memperoleh ilmu yang bermanfaat, hingga doa awal pembelajaran yang diawali dengan ta’awudz, basmalah, Surah Al-Fatihah, dan bacaan Kalamun Qodimulla Yumalu Sama’uhu.

Metode utama yang digunakan adalah talaqqi, yaitu guru melafalkan bacaan dengan benar kemudian murid menirukannya secara langsung. Melalui metode ini, peserta berlatih memperbaiki pelafalan huruf-huruf hijaiyah dan memahami makharijul huruf secara lebih mendalam.

Selain itu, peserta juga mempelajari pelafalan Asmaul Husna dengan lagu Lir-Ilir, sehingga pembelajaran Al-Qur’an dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah diterapkan kepada murid. Materi pelatihan juga dilengkapi dengan pembelajaran tauhid dasar sebagai fondasi dalam membentuk karakter dan keimanan.

Melalui pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an Metode Yanbu’a ini, MTsN 6 Kediri berharap para guru Tim PAI semakin terampil dalam membaca Al-Qur’an dan mampu menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sistematis, dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya Qur’ani serta melahirkan generasi murid yang cinta Al-Qur’an, berakhlakul karimah, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

About Admin