Kediri – MTsN 6 Kediri menggelar kegiatan BASKARA (Basa, Sastra, lan Kabudayan Bebrayan Jawa) pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan bertajuk “Santun ing Basa, Luhur ing Laku” ini diikuti oleh murid kelas excellent dan unggulan, yakni kelas IXA hingga IXF, sebagai bagian dari Program Eksplorasi Unggah-Ungguh Basa lan Tata Krama Jawa.
Mengusung semangat membangun kesantunan berbahasa dan keluhuran perilaku dalam kehidupan sehari-hari, BASKARA dikemas melalui perpaduan pemberian materi dan permainan edukatif yang menyenangkan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan di aula madrasah. Kepala MTsN 6 Kediri, Saiful Ali, dalam sambutannya menekankan pentingnya memahami dan melestarikan bahasa serta budaya Jawa, khususnya unggah-ungguh dalam berkomunikasi dan bersikap kepada orang lain. Kesantunan berbahasa diharapkan tidak hanya dipraktikkan selama kegiatan, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Usai pembukaan, para murid mendapatkan materi unggah-ungguh basa, solah bawa, lan bebrayan Jawa yang disampaikan oleh Yonanda Hana Yosrila. Melalui materi tersebut, murid diajak memahami tata cara berbahasa yang santun, bersikap sesuai tata krama, serta membangun hubungan harmonis dengan sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Penyampaian materi ini menjadi bekal bagi murid untuk mempraktikkan nilai-nilai budaya Jawa dalam kegiatan selanjutnya.
Setelah sesi materi, murid mendapatkan petunjuk atau clue menuju lokasi permainan masing-masing. Seusai beristirahat, mereka bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan untuk mengikuti berbagai tantangan menarik.
Keunikan kegiatan BASKARA terletak pada aturan penggunaan bahasa Jawa selama acara berlangsung. Murid dibiasakan menggunakan bahasa ngoko ketika berkomunikasi dengan teman sebaya dan bahasa krama saat berbicara dengan guru. Untuk menambah keseruan, murid yang tidak menggunakan bahasa Jawa mendapatkan konsekuensi berupa olesan tepung sebagai bagian dari permainan.
Suasana semakin meriah saat murid mengikuti permainan Bisik-Bisik dan Tebak Gambar. Dalam permainan Bisik-Bisik, setiap kelompok ditantang menyampaikan pesan secara berantai dengan tepat. Sementara itu, permainan Tebak Gambar menguji kecepatan berpikir, pemahaman kosakata, serta keberanian murid dalam menjawab pertanyaan menggunakan bahasa Jawa. Setiap permainan juga melatih kerja sama, ketelitian, dan sportivitas.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah. Melalui BASKARA, MTsN 6 Kediri berharap murid tidak hanya mengenal kekayaan bahasa dan budaya Jawa, tetapi juga mampu menerapkan nilai tata krama, sopan santun, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
BASKARA menjadi bukti bahwa belajar budaya tidak harus selalu melalui buku, tetapi dapat dilakukan melalui pengalaman langsung yang menyenangkan, bermakna, dan penuh kebersamaan.
MTSN 6 Kediri MTSN6 Kediri





