Menghidupkan Semangat Hari Batik dengan Doa, Ketahanan Pangan, dan Pelepasan Lomba Tingkat III

Kediri —Suasana berbeda terasa di MTsN 6 Kediri pada Hari Batik, Jumat (2/10/2026). Seluruh guru, karyawan, dan murid mengenakan batik, menjadikan lingkungan madrasah tampak penuh kebersamaan. Hari Batik kali ini diisi dengan tiga kegiatan utama, yakni istighosah, pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) bertema ketahanan pangan, serta pelepasan peserta Lomba Tingkat III Pramuka MTsN 6 Kediri.

Diawali Istighosah

Rangkaian kegiatan diawali dengan istighosah yang diikuti oleh keluarga besar MTsN 6 Kediri. Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai momentum untuk bersama-sama memanjatkan doa, memohon keberkahan, kelancaran, serta perlindungan dalam menjalankan berbagai aktivitas di madrasah.

Istighosah juga menjadi pengingat bahwa setiap ikhtiar yang dilakukan perlu diiringi dengan doa. Dengan suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib.

DWP Bergerak Membangun Ketahanan Pangan

Setelah istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 6 Kediri. Pertemuan kali ini mengangkat tema ketahanan pangan, dengan pembahasan mengenai bagaimana masyarakat dapat menumbuhkembangkan sumber pangan dari lingkungan terdekat, termasuk di rumah masing-masing.

Tidak hanya membahas konsep, kegiatan DWP kali ini diwujudkan melalui praktik langsung. Anggota DWP bersama-sama melakukan kegiatan menanam dengan memanfaatkan lahan yang telah disediakan oleh madrasah.

Ketua DWP, Efik Saiful Ali, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah sederhana untuk membangun kepedulian terhadap ketahanan pangan.

Berbagai tanaman ditanam dalam kegiatan tersebut, di antaranya cabai, terong, selada, pokcoy, sereh, dan pandan.

Melalui kegiatan ini, anggota DWP diajak untuk memahami bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Pemanfaatan lahan yang tersedia dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk menghasilkan bahan pangan sekaligus membangun kebiasaan menanam dan merawat tanaman.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Para anggota DWP bersama-sama menyiapkan lahan, menanam bibit, serta melakukan perawatan awal. Semangat yang dibangun bukan hanya tentang menanam, tetapi juga bagaimana merawat tanaman dengan sabar hingga nantinya dapat menuai hasilnya.

Pelepasan Peserta Lomba Tingkat III Pramuka

Kegiatan ketiga adalah pelepasan peserta Lomba Tingkat III Pramuka MTsN 6 Kediri. Pelepasan ini menjadi bentuk dukungan dan doa dari keluarga besar madrasah kepada para murid yang akan mengikuti perlombaan.

MTsN 6 Kediri mengirimkan dua regu, yaitu regu putra King Cobra dan regu putri Queen Mawar.

Regu putra King Cobra terdiri atas:

1.⁠ ⁠Ridho Arif Ramadhani (9A)
2.⁠ ⁠Muhammad Edo Prastio (9C)
3.⁠ ⁠Hasan Taufani Ernanto (9J)
4.⁠ ⁠Muhammad Abid Aqila Pranaja (8D)
5.⁠ ⁠Fahrian Daffa Alfarizqi (8D)
6.⁠ ⁠Marcio King Yudim Pratama (8B)
7.⁠ ⁠Iqbal Juantara Putra Winalyo(8A)
8.⁠ ⁠Muhammad Rozzaq Firmansyah (8B)

Sementara itu, regu putri Queen Mawar terdiri atas:

1.⁠ ⁠Tea Octa Viona (9I)
2.⁠ ⁠Cantika Puja Sinthia(8F)
3.⁠ ⁠Annisa Firnandila Ruby (8C)
4.⁠ ⁠Marcha Lailatul Khikmiah (8B)
5.⁠ ⁠Selly Ajeng Putri (8D)
6.⁠ ⁠Afiqah Ata Aulia Aszahra (8I)
7.⁠ ⁠Fanesa Dwi Mutmainah (8B)
8.⁠ ⁠Aulia Najma Annazila (8F)

Para peserta mendapatkan dukungan dan motivasi untuk mengikuti Lomba Tingkat III dengan penuh semangat, disiplin, tanggung jawab, kekompakan, dan sportivitas. Kegiatan Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter murid agar mampu bekerja sama, mandiri, dan bertanggung jawab.

Hari Batik, Momentum untuk Bergerak Bersama

Rangkaian kegiatan pada Hari Batik di MTsN 6 Kediri menjadi momentum yang tidak hanya diisi dengan penggunaan batik sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa, tetapi juga dengan berbagai kegiatan yang memiliki nilai pendidikan dan kebersamaan.

Istighosah menguatkan doa, kegiatan ketahanan pangan menumbuhkan kepedulian dan kemandirian, sedangkan pelepasan peserta Lomba Tingkat III menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan karakter dan prestasi murid.

Dengan semangat Hari Batik, keluarga besar MTsN 6 Kediri terus membangun budaya madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada kepedulian terhadap lingkungan, kebersamaan, kemandirian, serta pengembangan potensi dan karakter murid.

Dari doa kita memulai, dari menanam kita belajar merawat, dan melalui Pramuka kita belajar berjuang serta berprestasi.

About Admin